Mengenal Vaksin Corona Sputnik V dari Rusia

Tunggu Vaksin Corona Siap, Ketahui 3 Syarat Vaksinasi Ini

Persebaran virus Corona yang semakin meluas di dunia telah terbukti membawa banyak dampak buruk. Virus tersebut menjadi kendala besar bagi roda kehidupan masyarakat dan bahkan bisa menghentikan perputarannya. Berbagai upaya dilakukan untuk menghentikan penularan virus Corona ini mulai dari usaha untuk menjaga kebersihan, menghindari kerumunan dan memakai masker. Ditambah belakangan ini berbagai jenis virus Coronamulai dikembangkan.

Ada banyak perusahaan dari seluruh dunia yang memproduksi virus untuk menangkal virus Corona. Salah satunya vaksin produksi Rusia yang bernama vaksin Sputnik V. Fase uji coba vaksin ini sempat diberikan kepada salah satu putri Vladimir Putin. Pemerintah Rusia juga telah merencanakan akan memberikan vaksin Sputnik V ke banyak negara lain hingga sebanyak 500 juta dosis ditambah permintaan dari 20 negara sebanyak satu miliar dosis.

Semula Bernama Gam-Covid-Vac

Efektivitas Uji Akhir Vaksin Corona Sinovac Sudah 97 Persen

Sputnik V bukan nama yang diberikan sejak awal pada vaksin corona dari Rusia tersebut. Sebelumnya vaksin tersebut bernama Gam-Covid-Vac. Sputnik V diketahui terbuat dari kombinasi dua adenovirus, yaitu Ad26 dan Ad5. Keduanya direkayasa dengan gen Coronavirus dalam proses pembuatan vaksin tersebut. Kementerian Kesehatan Rusia melalui bagiannya, The Gamaleya Research Institute melakukan uji klinis terhadap vaksin tersebut pada bulan Juni 2020.

Vaksin yang Menuai Kontroversi

Berbagai upaya pengembangan virus untuk menanggulangi pandemi Corona tidak terlepas dari kontroversi. Hal itu juga yang terjadi pada vaksin Sputnik V dari Rusia itu. Vaksin itu telah berhasil melewati uji klinis fase I dan II dengan lancar. Sampai kedua tahap tersebut, vaksin tersebut masih menjadi salah satu yang bisa diandalkan. Sayangnya pada uji klinis fase III, vaksin Sputnik V menemui masalah.

Vaksin Coronadari Rusia itu dikatakan abai terhadap kepatuhan metode dan tahapan uji coba sebuah vaksin. Singkat cerita, Rusia sudah berani memproduksi vaksin Sputnik V secara masal sebelum keseluruhan masa uji klinis rampung. Inilah yang kemudian menimbulkan kontroversi dan banyak keraguan dari berbagai pihak.

Banyak kalangan terutama para ilmuwan menganggap Rusia terlalu terburu-buru dalam memproduksi vaksin Sputnik V itu. Hal tersebut dinilai sebagai ‘jalan pintas’ yang akhirnya menuai kecaman dari berbagai pihak. Bahkan WHO sebagai organisasi kesehatan dunia memberikan peringatan pada Rusia atas langkahnya yang berisiko membahayakan tersebut. Rusia disebut telah menyimpang metode pengujian vaksin yang semestinya dilakukan.

Rusia Menarik Kembali Persetujuan

Dua bulan setelah pengujian klinis Gam-Covid-Vac pada Juni lalu, Rusia telah mengumumkan persetujuannya untuk pemakaian vaksin tersebut. Persetujuan itu disampaikan langsung oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin sekaligus menetapkan Rusia sebagai negara pertama yang menyetujui vaksin Corona. Sangat disayangkan bahwa akhirnya keputusan mengeluarkan persetujuan itu menghasilkan penolakan dari berbagai pihak.

Akibat tekanan yang datang dari banyak negara juga banyak kalangan, Rusia akhirnya menarik kembali persetujuan yang semula sudah diumumkan. Pemerintah Rusia mengatakan bahwa persetujuan itu hanya berupa sertifikat pendaftaran bersyarat. Artinya bahwa Rusia mengklaim hasil akhirnya akan bergantung pada uji klinis fase III.

Rencananya fase III uji klinis akan melibatkan hingga 40.000 sukarelawan, angka yang sudah diperluas dari sebelumnya 20.000. Pada 4 September lalu, hasil uji klinis fase III akhirnya diterbitkan. Hasilnya menunjukkan bahwa Sputnik V terbukti menghasilkan antibodi dan memiliki efek yang ringan.

Informasi menarik seputar berbagai jenis vaksin Corona dan bagaimana berita perkembangannya bisa kamu simak melalui Halodoc. Aplikasi tersebut juga akan memudahkan kamu dalam mendapatkan layanan kesehatan berupa akses untuk konsultasi langsung dengan dokter berpengalaman. Segera unduh aplikasi Halodoc dan perbarui informasi terbaru tentang kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *