Belanja di Tokopedia Pakai Kartu Kredit dengan Aman

Cara belanja di Tokopedia pakai kartu kredit dengan aman sebenarnya bisa dipersiapkan dari pemilik kartu kredit itu sendiri. Kerap kali penyalahgunaan kartu kredit oleh oknum tidak bertanggung jawab, pun ada andil kecerobohan atau keteledoran para pemilik kartu kredit.

Seperti mengklik tautan asing yang dikirim lewat email, wa atau sms, hingga memberikan data diri pribadi tanpa alasan yang jelas. Padahal semua data finansial pribadi bersifat sensitif yang seharusnya tidak diberikan informasinya kepada orang lain termasuk para pegawai penerbit kartu kredit sekalipun.

Jika Tokopedia paylater tidak bisa digunakan saat berbelanja, kartu kredit memang bisa jadi salah satu penolongnya apalagi jika belanja di tanggal-tanggal tua jelang gajian.

Nah, sebenarnya apa sih kunci rahasia agar bisa belanja di Tokopedia pakai kartu kredit tapi dengan cara yang aman? Berikut adalah ulasannya secara singkat.

1. Pastikan handphone menggunakan PIN

Bagaimanapun pengguna handphone saat ini perlu mengaktifkan PIN. Pasalnya kini handphone menjadi salah satu media untuk bertransaksi secara digital. Di dalam handphone ada beragam aplikasi finansial yang pastinya menjadi rahasia peribadi.

Oleh karena itu, pastikan handphone kamu sudah aman dengan memasang PIN serta menggantinya secara berkala paling tidak 3 bulan sekali. Kamu juga bisa mengaktifkan face ID hingga finger print untuk yang sering lupa PIN atau passwordnya.

2. Aktifkan kode otp setiap transaksi lewat kartu kredit secara online  

Pastikan kembali bahwa penggunaan kartu kredit secara online biasanya sudah terpasang sistem OTP atau kode yang dikirimkan sekali waktu melalui handphone pemilik kartu kredit. Kode OTP tersebut sebagai konfirmasi agar transaksi bisa divalidasi.

Namun begitu, untuk beberapa transaksi dengan nominal yang tidak terlalu besar biasanya tidak akan dimintai kode OTP. Artinya selain aman juga tetap memberikan kemudahan secara instan. Tidak suli kok!

3. Jangan percaya siapapun jika ada yang meminta data pribadi bersifat sensitif

Hal seperti PIN ATM hingga PIN kartu kredit sebenarnya adalah data sensitif yang seharusnya tidak boleh dibagikan kepada siapapun juga, termasuk para petugas dari penerbit kartu kredit ataupun bank. Tapi, sayangnya masih ada beberapa orang yang menjadi korban karena mendapatkan telepon dari oknum yang mengaku pihak bank dengan alasan tertentu.

Oleh karena itu, tekankan lagi bahwa PIN, password atau data sensitif lainnya tidak boleh sembarangan dibagikan kepada orang lain. Malahan bank juga menegaskan untuk tidak membagikan PIN dan Password kepada keluarga sendiri karena kerap kali berujung masalah di kemudian hari. 

4. Gunakan kartu kredit dengan bijaksana

Bagi yang belum memahami fungsi dari kartu kredit biasanya menggunakan kartu kredit secara impulsif. Padahal tindakan tersebut tidak bijak. Pengguna kartu kredit yang sudah lama umumnya paham bahwa kartu kredit hanya medium pembayaran yang uangnya sudah disiapkan di rekening tabungan.

Sehingga jika dalam satu bulan pengeluaran untuk jajan di cafe atau resto sekitar Rp1 juta, maka penggunaan kartu kredit pun tidak boleh lebih dari Rp1 juta sama seperti alokasi dana untuk makan di luar. Kartu kredit sebagai salah satu alat pengganti pembayaran bukan sebagai alat tambahan pembayaran sehingga dianggap sebagai sumber baru pendapatan. Cara pandang seperti itulah yang akhirnya membawa pada jurang utang uang tak kunjung selesai. Jadi, hati-hati dan bijaksanalah dalam menggunakan kartu kredit ya. 

5. Tidak punya kartu kredit? Paylater alternatifnya

Bukan rahasia lagi jika para pengguna kartu kredit punya syarat tertentu. Seperti limit pendapatan, skor kredit, hingga akumulasi pengeluaran perbulan. Variabel itu yang biasanya dijadikan oleh penerbit kartu kredit untuk memberikan pada seseorang.

Beruntung saat ini ada banyak alternatif kartu kredit seperti paylater yang menjangkau semua kalangan. Bagi para pekerja dengan UMR Bekasi sekalipun sudah bisa mengajukan paylater dengan sangat mudah. Dengan minimal pendapatan sebesar Rp3 juta per bulan, kamu sudah bisa mengajukan menjadi pengguna paylater. 

Hati-hati juga dalam memilih paylater, jangan sembarangan mendaftar. Pilih yang sudah terdaftar di OJK serta punya reputasi yang baik. Contoh sederhana seperti Kredivo. Selain bisa digunakan untuk belanja di lebih dari 1.000 marketplace secara online dan offline, ada banyak segudang keuntungan fitur yang diberikan oleh Kredivo. 

Keuntungan Kredivo paling tidak ada tiga hal.

Pertama, hanya Kredivo yang memberikan cicilan nol persen dengan tenor 3 bulan.

Kedua, bunga cicilan Kredivo sangat kompetitif hanya 2,6% saja untuk yang memilih tenor cicilan 6 atau 12 bulan.

Ketiga, kredit limit yang diberikan kepada member premium tergolong sangat tinggi untuk kapasitas sebuah fintech. Limit yang diberikan bisa mencapai Rp30 juta. Jadi, jika skor kredit kamu baik serta memiliki kondisi finansial yang sehat, limit Rp30 juta sudah ditangan lho.

Syarat utama menjadi member Kredivo, berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), berusia antara 18 sampai 60 tahun, berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon, Balikpapan, Batam, Purwakarta, Padang, Pekanbaru, Manado, Samarinda, Kediri, Tasikmalaya, Tegal, Bandar Lampung, Banjarmasin dan Pontianak. Serta memiliki penghasilan minimal Rp 3.000.000 per bulan.

Daftar sekarang secara online lewat aplikasi resminya yang bisa kamu unduh baik dari App Store maupun Google Play Store. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post